Dituding Back Up Nursalim, Kepala BIN Bikin Perhitungan

Dituding Back Up Nursalim, Kepala BIN Bikin Perhitungan

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 14:11 WIB
Jakarta - Di dalam sebuah majalah Tanah Air, seorang anggota DPR menuding Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar pernah bekerja untuk tersangka kasus BLBI Sjamsul Nursalim. Syamsir membantah keras.

"Itu berita itu tidak benar dan saya tidak pernah mem-back up Nursalim," kata Syamsir di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (14/5/2008).

Akibat berita tersebut, lanjutnya, sebagai warga negara dan pejabat publik, hak hukum dan hak sosialnya terganggu. "Ya tentu akan bikin perhitunganlah," cetus dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah akan menempuh langkah hukum? "Begini, tadi yang namanya Forum (majalah) itu datang minta maaf. Kalau minta maaf saja gampang dong," jawab Syamsir.

Namun dia masih kurang puas jika hanya menerima permintaan maaf. Sebab namanya terlanjur menjadi jelek. Itulah yang membuat dia berpikir untuk melakukan perhitungan.

"Dan menghadapi preman DPR itu kita juga pakai perhitungan secara hukum. Banyak teman-teman yang telepon saya. Saya kan tidak bisa kendalikan teman-teman ini," lanjut Syamsir.

Syamsir mengaku belum melaporkan apa yang dialaminya ke polisi. Dia berencana menggunakan jasa pengacara. Namun belum tentu dia akan melaporkan ke polisi.

"Hak sosial ini kan ada banyak cara, apa secara adat. Kalau namanya ada preman DPR, ya mungkin perlu diberi pelajaran secara preman juga. Nantiย  saya tanya pengacara. Saya tidak ngerti motivasinya (Ade Daud Nasution) apa. Karena itu kan fitnah. Kapan saya back up Nursalim?" tuturnya. (nvt/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads