"Kita pakai falsafah enak-enak saja. Saya juga tidak setuju BBM naik. Anda boleh berorasi tapi jangan di tengah jalan. Polisi hanya mengamankan kepentingan umum," kata Genot setengah berteriak kepada saat meminta mahasiswa masuk ke dalam kampusnya di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (14/5/2008).
Selanjutnya Genot meminta aparat kepolisian keluar dari kampus Universitas 45. Situasi di kampus tersebut yang sebelumnya ricuh, perlahan kembali tenang. Para mahasiswa yang tidak terlibat aksi demo, sudah berani keluar masuk kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Makassar 45 yang melakukan demo menolak kenaikan BBM terlibat bentrok dengan polisi. Polisi membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi pembakaran ban di tengah jalan.
Aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa akhirnya menjadi perang batu. Dua mobil Toyota Avanza yang sedang melintas, penyok-penyok terkenal lemparan batu sebesar kepalan tangan orang dewasa. (djo/asy)











































