Mahasiwa Makassar Perang Batu dengan Polisi

Demo Tolak Kenaikan BBM

Mahasiwa Makassar Perang Batu dengan Polisi

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 12:20 WIB
Makassar - Mahasiswa Universitas 45 Makassar bentrok dengan Polisi. Keduanya terlibat saling lempar batu dan benda keras lainnya.

Bentrokan tersebut berawal dari aksi demo menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan ratusan mahasiswa Universitas 45 di depan kampusnya, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (14/5/2008).

Dalam aksinya, para mahasiswa melakukan penutupan jalan dengan membakar sejumlah ban bekas. Namun baru beberapa saat demo berlangsung, aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres Makassar Timur AKBP Kamarudin meminta para mahasiswa bubar dan masuk ke dalam kampus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun permintaan itu tidak digubris. Para mahasiswa tetap melanjutkan aksinya dengan menggelar orasi di tengah jalan. Polisi pun tidak tinggal diam. Mereka akhirnya membubarkan secara paksa demo tersebut.

Para mahasiswa tetap bertahan, aksi saling dorong dengan polisi pun terjadi. Saat itulah tiba-tiba ada lontaran batu dari barisan mahasiswa ke arah polisi. Hal ini langsung disikapi polisi dengan sikap represif. Mereka memukuli mahasiswa dan mendorongnya ke dalam kampus.

Mahasiswa akhirnya terdesak dan berlarian masuk ke dalam kampus. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, para mahasiswa kemudian menyerang balik polisi dengan melakukan pelemparan batu dari dalam kampus. Hal yang sama dilakukan polisi. Perang batu pun pecah di tempat itu.

Situasi ini membuat para pengendara di Jl. Urip Sumoharjo panik. Sebab banyak kendaraan yang menjadi sasaran lemparan batu mahasiswa dan polisi. Beberapa di antaranya terlihat penyok-penyok. Hingga pukul 13.00 Wita, aksi saling lempar batu itu masih berlangsung. (djo/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads