"Ini kampanye ojek. Tetapi mungkin mereka terlalu fanatik kepada PKB. Saya juga tidak tahu mereka menggunakan kaos seperti ini," kata Muhaimin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2008).
Para tukang ojek sebelumnya dibagikan oleh staf Muhaimin kaos berlogo PKB yang di bagian depan bertuliskan "Muktamar Luar Biasa" dan di bagian punggung bertuliskan "Selamatkan politik NU untuk bangsa."
Tidak hanya kaos, beberapa bendera PKB warna hijau dan putih tampak dikibarkan. Ada bendera yang diikat di bagian lampu depan motor dan ada juga bendera yang diikat di leher sang pengojek bak "Superman".
Bahkan ada spanduk besar pun siap dibentangkan. Spanduk itu bertuliskan "Gerakan rakyat hemat energi bersama PKB" yang lengkap dengan foto Muhaimin Iskandar dan Sekjen DPP PKB Lukman Edy.
Kenapa tidak pakai sepeda saja? "Itu alternatif kedua setelah sepeda motor," ujar Muhaimin.
Pria yang akrab disapa Cak Imin lalu mengenakan jas warna hitamnya dan bergegas menuju ruang kerjanya.
Sementara itu, puluhan tukang ojek yang ikut berkonvoi ria membubarkan diri. (aan/nvt)











































