Muhaimin keluar dari rumah dinasnya di Jalan Denpasar Nomor 05, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).
Muhaimin dilepas sang istri dan 2 putrinya. "Bapak berangkat dulu ya," pamit Muhaimin yang kemeja lengan panjang warna putih dan celana hitam dan menenteng jas hitamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum berangkat, Muhaimin menempelkan telunjuk ke bibirnya. Ssst! Muhaimin meminta agar para ojek tidak membunyikan klakson selama perjalanan.
Iring-iringan ojek mulai meninggalkan Jalan Denpasar pukul 10.35 WIB. Rombongan ojek lantas melalui Jalan Gatot Subroto menuju DPR, Senayan, melalui pintu belakang.
Rombongan Muhaimin dikawal 2 mobil brigade motor. Muhaimin tampak melambaikan tangan ke arah kamera TV yang mengambil gambarnya.
Gimana rasanya naik ojek? tanya wartawan.
"Wah ternyata lebih lancar. Walaupun panas begini. Saya agendakan rutin 2 kali seminggu," sahut Muhaimin.
Hari apa saja? "Pokoknya antara Senin sampai Jumatlah," kata Muhaimin.
Menurut Muhaimin, acara ini hanya seremonial saja. "Nantinya nggak akan pawai seperti ini," ujarnya.
Muhaimin berharap, dengan kampanye ini bisa menghemat energi. "Sebagai perbandingan mobil bisa menghabiskan BBM Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu sehari. Kalau motor cukup 2 liter seharga Rp 7.000 rupiah untuk dipakai seharian. Saya bayar ojek Rp 50 ribu," papar dia. (aan/fay)











































