"Benar semalam ada bentrok antar tahanan RMS di blok B Rutan. Mereka ada empat orang, namun sudah kami amankan," kata Kepala Rutan Waiheru Ambon, Hi Anwar, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/5/2008). Anwar tak mau membeberkan identitas keempat tahanan RMS itu.
Kendati demikian, lanjut Anwar, tak ada korban jiwa dalam bentrokan itu. "Tak ada korban jiwa. Hanya babak belur saja," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Anwar, penyebab bentrok tersebut itu akibat ketidakpuasan para tahanan RMS yang mendapatkan hukuman lebih berat dari tahanan yang hukumannya ringan. "Dari hasil penyelidikan kami. Ternyata ada ketidakpuasan antar tahanan terkait masa hukuman. Yang dapat hukuman hingga 2 tahun merasa tidak puas dengan teman-temannya yang hanya dapat beberapa bulan. Makanya ketidakpuasan itu ditumpahkan dengan adu jotos," ungkap Anwar lagi.
Mestinya, ujar Anwar, ketidakpuasan itu disampaikan kepada hakim atau jaksa yang menuntut dan memvonis mereka, bukan kepada sesama temannya. "Aneh, kok dilampiaskan ke sesama temannya," ujarnya.
Mengantisipasi bentrokan susulan, pihak Rutan sudah memindahkan sejumlah tahanan RMS yang terlibat bentrok ke Lapas kelas II A Ambon. "Mereka sudah divonis yang rata-rata dua tahun, makanya kami pindahkan. Sementara empat tahanan yang bentrok tetap mendekam di rutan. Keempat ini belum dieksekusi atau divonis. Mereka masih menunggu waktu vonis pengadilan," tutur Anwar.
Buntut bentrokan itu, Anwar pun memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi ketat setiap tindak tanduk para tahanan, terutama tahanan RMS. "Rutan saat ini diperketat untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ucapnya. (han/asy)











































