Demo Tolak BBM di Makassar, HMI Bentrok dengan Polisi

Demo Tolak BBM di Makassar, HMI Bentrok dengan Polisi

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2008 23:44 WIB
Makassar - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Makassar Metro bentrok dengan polisi saat melakukan unjuk rasa menolak kenaikan BBM. 6 Orang mahasiswa dan 3 wartawan terkena lemparan batu.

Pengamatan detikcom, bentrok terjadi di depan Sekretariat HMI Cabang Makassar Metro, Jl Bontolempangan, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/5/2008), sekitar pukul 21.00 WITA.

Unjuk rasa yang telah dimulai sejak 2 jam sebelumnya itu awalnya aman-aman saja. Kelompok mahasiswa sudah menutup separuh ruas jalan Bontolempangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saat mereka mulai membakar ban dan menutup keseluruhan jalan, polisi mengambil ban yang sudah disulut api itu dan berusaha membubarkan massa. Merasa dihalang-halangi petugas, beberapa mahasiswa meneriaki polisi. Polisi pun terpancing amarah dan berteriak lantang dan pasang badan.

"Siapa yang mau lawan saya di sini?" teriak salah satu polisi.Β 

Tiba-tiba aksi saling lempar batu terjadi antar kedua belah pihak. Tidak diketahui kubu mana yang memulai melakukan aksi pelemparan batu.

Untunglah bentrokan hanya berlangsung beberapa menit saja. Polisi menghentikan aksinya saat Kapolwiltabes Makassar Kombes Genot Hariyanto datang dan menenangkan mereka.

Koordinator aksi HMI pun juga memerintahkan kawan-kawannya untuk menahan diri dan masuk ke area Gedung Sekretariat HMI. Usai bentrokan, lalu lintas jalan Bontolempangan kembali normal.

Sebanyak 6 mahasiswa dan 3 wartawan menjadi korban dalam peristiwa itu. Ketiga wartawan tersebut adalah Alwy Fauzi (Trans 7) Ano Suparno (Trans TV), dan Zaenal (Harian Fajar).

Tidak ada mahasiswa yang ditahan akibat unjuk rasa itu. Hingga pukul 10.56 WITA, polisi dari Polresta Makassar Barat masih berjaga-jaga di sekitar jalan Bontolempangan.

(irw/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads