Hal itu diungkapkan Ketua Umum Majelis Luhur Taman Siswa yang juga mantan KASAD Jendral (Purn) Tyasno Sudarto di sela-sela persiapan Peringatan Seratus Tahun Kebangkitan Nasional di Taman Siswa Yogyakarta, Selasa (13/5/2008).
"Jangan hanya mikir sesaat saja misalnya untuk menolong APBN dengan alasan negara defisit. Yang ditolong itu seharusnya rakyat bukan APBN," kata Tyasno
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara kita itu masih kaya minyak sementara Singapura tidak punya dan hanya negara pulau kecil. Kalau harus harga minyak Indonesia disamakan dengan harga minyak Singapura itu namanya bodoh dan salah," tegas dia.
Tyasno juga mengomentari pengolahan minyak dalam negeri. Dia menilai, eksplorasi minyak di Indonesia banyak penyimpangan dan lebih menguntungkan pihak asing. Hal ini disebabkan Indonesia tidak mampu menghadapi tekanan asing.
"Apabila harga minyak naik, yang tambah menderita adalah rakyat. Karena itu pemerintah seharusnya tidak menaikkan harga BBM. Kalau hanyaย beralasan untuk menyelamatkan APBN, itu adalah tidak pas," katanya.
Tyasno pesimis kebijakan menaikan harga BBM itu dapat di atasi dengan pemberian bantuan langsung tunai (BLT). Sebab saat ini masyarakat sudah merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok meski kenaikan harga BBM belum resmi dilakukan.
"Lagi pula BLT itu juga tidak mendidik dan hanya mengajari kita menjadi bangsa pengemis. Jadi memang kita ini masih terjajah di masa sekarang ini," pungkas Tyasno. (bgs/djo)











































