BBM Bakal Naik, AMPHURI Minta Ongkos Haji Naik

BBM Bakal Naik, AMPHURI Minta Ongkos Haji Naik

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2008 15:01 WIB
Jakarta - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) meminta biaya akomodasi dan transportasi perjalanan haji dinaikkan. Hal ini disebabkan dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Dengan naiknya harga minyak mentah dunia juga menaikan harga BBM untuk penerbangan. Hampir semua penerbangan naik 37 persen. Ini jadi persoalan sendiri pada paket-paket perjalanan haji," kata Ketua Umum AMPHURI Baluki Ahmad dalam jumpa pers di Hotel Harris, Jl Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2008).

Menurut Baluki, pihaknya dalam rapat Mukernas mentoleransi adanya penyesuaian biaya dengan paket penyelenggaraan haji. Penyesuaian biaya ini termasuk untuk akomodasi dan transportasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan ini bisa di atas 30 persen terhadap beberapa komponen dan paket yang ada. Tidak hanya untuk ibadah haji, tapi juga ibadah umroh," jelasnya.

Baluki menjelaskan, selama ini biaya transportasi untuk umroh di bawah standar minimum US$ 1.200, sekarang sudah US$ 1.500. Sayangnya, AMPHURI tidak memiliki komparasi besaran kenaikan ongkos transportasi dengan penerbangan lainnya.

Kemungkinan kenaikan ongkos ibadah haji ini, lanjut Baluki, juga berlaku untuk komponen akomodasi, seperti biaya penginapan dan hotel. Sebabnya, pemerintah Arab Saudi berencana akan membongkar sejumlah penginapan dan hotel untuk perluasaan kawasan Masjidil Haram di Mekah.

"Ini juga menghambat pemberangkatan jamaah ONH Plus dan reguler. Hotel dan penginapan diperkirakan naik 40 persen, apalagi sekarang belum ada kontrak sewa yang jelas," ujarnya lagi.

Untuk itu, AMPHURI memohon kepada pemerintah agar melakukan penghitungan ulang agar para penyelenggara haji bisa menetapkan nilai kisaran yang akan disesuaikan.

Baluki menerangkan, biaya standar paket umroh yang minimal untuk penginapan US$ 1.500, dengan asumsi satu kamar 4 orang. Sedangkan untuk paket haji standarnya sudah tidak bisa US$ 5.000 dan harus disesuaikan menjadi US$ 5.500.

"Ini belum biaya fiskal dan hanya berlaku di Jakarta, di luar itu mungkin lebih," imbuhnya.

Baluki juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin beribadah Haji dan Umroh tergiur dengan harga paket yang murah, tapi akan terlantar. "Jangan ada penyelenggara yang tidak menaikan itu, gagal keberangkatan jamaahnya, ini yang ditekankan Menag dan Dirjen Urusan Haji," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua AMPHURI Rustam Sumarna menambahkan, kondisi yang terjadi saat ini merupakan akibat pengaruh eksternal, sehingga pihaknya mentoleransi penyesuaian biaya ibadah haji dan umroh. "Bila ini tidak dilakukan, dikuatirkan akan ada pengurangan pelayanan, contohnya penginapan akibat naiknya harga minyak mentah, pemerintah Arab Saudi mempercepat proses penambahan areal Masjidil Haram itu," tandasnya. (zal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads