"Saya kagum pada Indonesia. Meski banyak masalah seperti korupsi, tapi ruang demokrasi sangat luas," ujar dia di sela peluncuran buku terbaru Amien Rais, di ruang serba guna GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (11/5/2008).
Anwar juga membandingkan kebebasan pers di Indonesia dengan Malaysia pada ajang pemilu. Gencarnya pemberitaan di setiap tahapan pemilu lengkap segala seluk beluk dengan kasus penyelewengan yang ada, bertolak belakang dengan kondisi di Malaysia.
"Pemilu di Malaysia tidak ada media (pemberitaan). Padam semua," ujar dia.
Kalah di ruang demokrastisasi dan kebebasan pers, Malaysia unggul di sektor peningkatan kesejahteraan rakyat. Terkait hal ini ia mengingatkan pemerintah RI untuk tidak mengabaikan asas keadilan bagi seluruh rakyat dalam memacu pertumbuhan ekonomi.
"Jangan pernah mengorbankan rakyat demi pertumbuhan ekonomi!" tegasnya.
Sayangnya mantan menteri keuangan Malaysia ini enggan berbagi tip and trik mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional yang adil bagi rakyat. Nampaknya dia sangat memahami tantangan dihadapi pemerintah yang dalam banyak hal jauh berbeda dengan kondisi Malaysia.
"Ada 220 juta penduduk Indonesia. Pening kepala saya," ujarnya disambut tawa hadirin. (lh/fay)











































