Namun sejumlah negara Asia telah mengkampanyekan konsumsi kentang sebagai pengganti nasi. Di Bangladesh misalnya, konsumsi kentang telah meningkat dari rata-rata 7 kilo per kapita pada tahun 1991 menjadi 24 kilo per kapita pada tahun 2007.
Pemerintah India telah menyatakan akan melipatgandakan produksi kentang dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. China selaku negara konsumer beras saat ini telah menjadi negara penanam kentang terbesar di dunia. Demikian seperti dilansir News.com.au, Selasa (13/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan oleh PBB, kentang disebut sebagai "kekayaan tersembunyi." Oleh badan dunia itu, tahun 2008 ini dinyatakan sebagai Tahun Kentang Internasional.
Kentang merupakan sumber karbohidrat yang kompleks. Kentang juga memiliki kandungan protein kalsium dan kaya akan vitamin, zat besi, potassium dan zinc.
"Beras dan kentang mengandung kalori yang kuantitasnya hampir sama. Namun kentang kaya akan vitamin C dan zat-zat bergizi lainnya. Jadi secara nutrisi, kentang bisa menjadi pengganti beras yang sangat bagus," kata S.K. Roy, pakar nutrisi di Dhaka, Bangladesh.
(ita/nrl)











































