Menurut salah satu juru bicara, Iskandar, mereka akan melakukan aksi-aksi semacam ini selama pemerintah dan DPR tidak memenuhi tuntutan mereka.
"Kami sudah banyak berkorban untuk Republik Indonesia sejak zaman penjajahan. Tetapi apa penghargaaan bagi kami? Kalau tuntutan ini tidak dipenuhi, bukan tidak mungkin kami akan memangkul senjata untuk membentuk GAM kedua," kata Iskandar dengan berapi-api di atas mobil boks, Selasa (13/5/2008).
Iskandar juga mengancam pelaksanaan Pemilu 2009 tidak akan terjadi di ALA jika tuntutan mereka tidak digubris DPR. "Jangan harap pemilu 2009 akan terjadi kalau tuntutan kami tidak dipenuhi. Kami tidak akan memberikan suara apa-apa," ujar dia disambut tepuk tangan dari para demonstran.
Dalam aksi unjuk rasa ini, berbagai spanduk bertebaran seperti "Masyarakat Subulussalam mendesak pemerintah segera mewujudkan Provinsi Aceh Leuser Antara", "Aceh mekar atau Aceh merdeka?", dan "Selamatkan dan Pertahanakan NKRI di Aceh".
Teriknya sinar matahari tidak menyurutkan aksi mereka. Tak sedikit dari demonstran yang menghilangkan hausnya dengan membeli minuman di pinggir jalan.
Pantauan detikcom, puluhan polisi berjaga-jaga di gerbang DPR. Namun aksi ini tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas. Sementara sekitar 10 orang perwakilan diterima Komisi II DPR. (mly/fay)











































