Antara Amien, Harmoko & Hartas

10 Tahun Orde Reformasi

Antara Amien, Harmoko & Hartas

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2008 07:46 WIB
Antara Amien, Harmoko & Hartas
Jakarta - Amien Rais, Harmoko, dan Haryanto Taslam (Hartas) merupakan tiga dari sekian anak bangsa yang menjadi tokoh lahirnya Orde Reformasi. Kini, ketiganya mengeluarkan buku dan akan diluncurkan dalam waktu bersamaan di bulan Mei 2008.

Pada Mei 1998, Amien Rais merupakan tokoh reformasi yang dengan tegas mewacanakan suksesi kepemimpinan nasional. Amien juga berperan penting dalam berbagai aksi yang meminta Soeharto turun. Bahkan, Amien sempat 'dihadang' kekuatan militer saat akan menggerakkan aksi sejuta umat di lapangan Monas.

Sementara Harmoko yang sebelumnya menjadi kepercayaan Soeharto saat itu menjabat Ketua DPR/MPR. Dialah yang mengetuk palu saat memimpin sidang pelengseran Soeharto. MPR meminta Soeharto harus turun, karena sudah tidak diinginkan rakyat. Harmoko tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat itu gedung DPR/MPR dikuasai oleh demonstran. Tanggal 21 Mei 2008, akhirnya Soeharto pun mundur dari singgasananya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak saat itu, hubungan Harmoko dan Soeharto pun renggang. Harmoko dinilai sebagai pengkhianat. Harmoko pun turun dari panggung politik. Menjelang Soeharto wafat, Harmoko sempat menjenguk mantan bosnya itu di RS Pusat Pertamina. Namun, Harmoko tidak ditemui anak-anak Soeharto.

Sementara Hartas merupakan aktivis yang menjadi korban penculikan militer saat itu. Hartas diculik selama 40 hari bersama para tokoh prodemokrasi. Penculikan Hartas ini terkait dengan situasi politik yang memanas saat itu, saat gelombang demonstrasi terjadi di mana-mana meminta Soeharto turun.

Setelah Soeharto turun, Hartas menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP. Namun, karena terlibat konflik internal dengan jajaran DPP PDIP, Hartas pun tersingkirkan dari parpol pimpinan Megawati Soekarno Putri itu.

Kini, setelah 10 tahun tumbangnya pemerintahan Soeharto, ketiga tokoh ini tampil ke pubik lagi. Ketiganya meluncurkan bukunya. Amien yang sudah berkali-kali meluncurkan buku, kali ini meluncurkan buku 'Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!' Buku ini diluncurkan hari ini, Selasa (13/5/2008).

Sementara Hartas membuat buku dengan judul '40 Hari Digenggam Kekuasaan, Sepenggal Catatan Haryanto Taslam'. Buku Hartas akan diluncurkan pada Rabu (14/5/2008). Buku ini menceritakan kisah penculikan Hartas selama 40 hari. Dia membeberkan bagaimana Hartas bisa kembali ke keluarganya. Siapa penculik Hartas juga dibeberkan. Buku ini cukup ditunggu publik untuk membuka tabir penculikan sejumlah aktivis.

Sedangkan Harmoko akan meluncurkan bukunya pada 21 Mei 2008, tepat 10 tahun lengsernya Soeharto. Kesaksian Harmoko tentang detik-detik tumbangnya Soeharto sangat ditunggu publik. Kepada detikcom, Harmoko membocorkan salah satu bagian dari bukunya, bahwa pertama kalinya Soeharto memutuskan mundur dari presiden adalah di depan dirinya dan sejumlah tokoh, bukan pada saat membacakan surat pengunduran diri.

Buku Harmoko ini akan melengkapi sejumah kesaksian sejumlah tokoh mengenai tumbangnya Orde Baru. Sebelumnya, Presiden BJ Habibie juga menjadikan catatan-catatan hariannya, termasuk kisah mundurnya Soeharto, dalam sebuah bukunya.
(asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads