KPK Inventarisir Kasus Korupsi Pejabat di Riau
Senin, 12 Mei 2008 18:44 WIB
Jakarta - Agaknya pejabat di Riau saat ini ketar ketir. Ini sehubungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurunkan tim ke Riau guna menginventarasir sejumlah kasus korupsi.KPK menurunkan tim ke Riau yang beranggotakan tujuh orang. Tim ini dibagi dua kelompok dengan tugas berbeda. Pertama melakukan sosialiasi pencegahan korupsi ke DPRD Siak, Kampar dan Pekanbaru. Sedangkan lainnya, melakukan supervisi dan koordinasi dengan Polda Riau terkait dugaan sejumlah korupsi para pejabat."Ini dilakukan guna mengetahui kendala apa saja yang dihadapi pihak kepolisian dalam menangangi sejumlah kasus korupsi para pejabat di Riau," kata Wakil Ketua KPK, Bidang Pencegahan, Haryono Umar dalam acara jumpa pers, Senin (12/5/2008) di Hotel Jatra, Jl Tengku Zainal Abidin, Pekanbaru.KPK juga ingin mencari tahu kendala yang paling sulit dihadapi pihak kepolisian. Misal soal perizinan pemeriksaan kepala daerah atau kesulitan menghadirkan bukti-bukti dalam menangani tindak pindana korupsi. "Kita terjun ke Riau tidak semata-mata untuk menyelidikan kasus korupsi illegal logging saja. Namun kita juga mengumpulkan sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya. Sebab, kalau cuma korupsi illegal logging saja, nanti malah kami dianggap tebang pilih," terang Haryono.Namun Haryono masih enggan menyebutkan satu persatu kasus korupsi yang tengah dibidik KPK. Namun demikian dia menjelaskan, bahwa hari ini mereka berkunjung ke Kabupaten Pelalawan masih terkait korupsi yang dilakukan Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jaafar."Kami memang pergi ke Kabupaten Pelalawan. Namun kami belum dapat menjelaskan kepada wartawan ke instansi mana saja tadi kami pergi. Kami belum dapat menjelaskan kepada publik. Nanti kalau kami jelaskan, malah sejumlah barang buktinya dibakar atau dihilangkan," kata Haryono.Ditambahkannya saat ini KPK telah menerima 25 ribu pengaduan korupsi. Ini belum termasuk pengaduan soal peralihan asset negara, laporan soal peraturan pemerintah, atau sejumlah kasus yang dihentikan penyidikannya. "Pengaduan korupsi dari Riau juga lumayan banyak, namun saya lupa berapa jumlahnya," kata Haryono.
(cha/djo)











































