"RS telah mengambil sampel dari dalam tubuh korban. Hasilnya, menunggu cek laboratorium," kata Kapolres Kendal AKBP Naufal Yahya saat melayat korban, Senin (12/5/2008).
Naufal menjelaskan, dalam proses otopsi d RS Bhayangkara Semarang, pihak medis mengambil zat kimia dari organ korban. Zat itu akan diteliti apakah mengandung racun atau tidak.
"Kami tidak bisa memastikan penyebab kematian korban, kalau belum ada hasil laboratorium," jelasnya.
Sementara, sejumlah santri yang ikut bersantap sahur juga dimintai keterangan di ponpes. Mereka didengar kesaksiannya soal menu makanan dan kronologis kejadian.
Peristiwa ini didahului dengan kematian seorang santri, Zaini (15), usai bersantap sahur, Minggu (11/5) kemarin. Setelah itu, Slamet Sayidi (48) dan istrinya, Sujinah (30), dan Taryanto (15) mengalami sakit perut. Karena kondisinya memburuk, mereka dilarikan ke Puskesmas Sukorejo, Kendal dan RS Muhamadiyah Parakan Temanggung.
Namun ternyata Tuhan berkehendak lain. Satu persatu, mereka meninggal setelah beberapa jam menjalani perawatan. Untuk memastikan penyebab kematian tersebut, jenasah diotopsi di RS Bhayangkara. (try/djo)











































