Ratusan Perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel menggelar aksi simpatik di depan Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai Palembang.
Dalam aksinya ratusan perawat meminta kepada pemerintah dan DPR untuk segera menggeluarkan peraturan yang berbentuk UU yang menjadi payung hukum bagi perawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hari ini bersama PPNI seluruh Indonesia mendesak kepada Pemerintah melalui Menkes untuk segera rumuskan UU keperawatan, kita putihkan Indonesia hari ini," kata ketua PPNI Sumsel yang juga wakil ketua DPRD Kota Palembang A Djauhari, kepada pers.
Teatrikal Jeriken
Sementara di bundaran Air Mancur Palembang, puluhan aktivis dan masyarakat yang bergabung dalam Aliansi Tolak Kenaikan harga BBM, berdemo menolak rencana kenaikan harga BBM. Kenaikan tersebut dinilai merupakan politik pemiskinan rakyat.
Aksi unjuk rasa di Bundaran Air Mancur diisi aksi teatrikal yang menggambarkan semakin beratnya masyarakat. Masyarakat tersebut menyeret sejumlah jeriken serta panci. Dengan napas terengah-tengah ia menyeret jeriken yang bertuliskan sejumlah perusahaan minyak asing yang beroperasi di Indonesia.
Selain aksi teatrikal, aksi juga menggalang tanda tangan untuk penolakan kenaikan harga BBM. Penggalangan selain dilakukan disekita bundaran air mancur, juga dilakukan di tengan pasar 16 Ilir.
Menurut Koordinator Aksi Nitra Pramiade Andini, kenaikan harga BBM meningkatkan jumlah penduduk miskin. Pemerintah diminta menggunakan alternatif ekonomi politik yang tidak menyengsarakan rakyat. (tw/djo)











































