Aksi Perawat dan Teaterikal Jeriken di Palembang

Aksi Perawat dan Teaterikal Jeriken di Palembang

- detikNews
Senin, 12 Mei 2008 13:31 WIB
Palembang - Pada Senin (12/05/2008) ini, warga Palembang disodorkan dua aksi. Yakni aksi para perawat yang menuntut UU Perawat, dan para aktivis yang menolak kenaikan harga BBM.

Ratusan Perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel menggelar aksi simpatik di depan Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai Palembang.

Dalam aksinya ratusan perawat meminta kepada pemerintah dan DPR untuk segera menggeluarkan peraturan yang berbentuk UU yang menjadi payung hukum bagi perawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, pemerintah juga diharapkan dapat memberikan perhatian kepada perawat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena selama ini, bidang perawat termarjinalkan.

"Kami hari ini bersama PPNI seluruh Indonesia mendesak kepada Pemerintah melalui Menkes untuk segera rumuskan UU keperawatan, kita putihkan Indonesia hari ini," kata ketua PPNI Sumsel yang juga wakil ketua DPRD Kota Palembang A Djauhari, kepada pers.

Teatrikal Jeriken


Sementara di bundaran Air Mancur Palembang, puluhan aktivis dan masyarakat yang bergabung dalam Aliansi Tolak Kenaikan harga BBM, berdemo menolak rencana kenaikan harga BBM. Kenaikan tersebut dinilai merupakan politik pemiskinan rakyat.

Aksi unjuk rasa di Bundaran Air Mancur diisi aksi teatrikal yang menggambarkan semakin beratnya masyarakat. Masyarakat tersebut menyeret sejumlah jeriken serta panci. Dengan napas terengah-tengah ia menyeret jeriken yang bertuliskan sejumlah perusahaan minyak asing yang beroperasi di Indonesia.

Selain aksi teatrikal, aksi juga menggalang tanda tangan untuk penolakan kenaikan harga BBM. Penggalangan selain dilakukan disekita bundaran air mancur, juga dilakukan di tengan pasar 16 Ilir.

Menurut Koordinator Aksi Nitra Pramiade Andini, kenaikan harga BBM meningkatkan jumlah penduduk miskin. Pemerintah diminta menggunakan alternatif ekonomi politik yang tidak menyengsarakan rakyat. (tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads