Demo besar-besaran ini digelar di kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (12/5/2008). Para mahasiswa mulai berdatangan ke gedung rakyat itu sejak pukul 09.00 Wita.
Para mahasiswa ini antara lain tergabung dalam KAMMI, HMI, PMII, GMKI, dan BEM se-Makassar. Mereka berangkat dari kampusnya masing-masing dengan menggunakan berbagai kendaraan, seperti truk, mobil pribadi, maupun sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Selain berorasi, para mahasiswa juga meminta sejumlah anggota DPRD Sulsel membacakan pernyataan sikap. Salah satunya adalah Abdul Qadir Jaelani dari fraksi Golkar.
Massa juga sempat melaksanakan salat Dzuhur berjamaah. Mereka meletakan jeriken kosong di depan imam. Tembok gedung DPRD Sulsel jugatak luput dari aksi corat-coret mahasiswa yang antara lain berbunyi "BBM Naik, SBY-JK Turun".
Kapolwitabes Makassar, Kombes Genot Hariyanto, mengungkapkan pihaknya menerjunkan 180 personel Dalmas untuk mengamankan aksi unjuk rasa ini. Para personel polisi itu disebar di sejumlah titik, seperti kantor cabang Pertamina, Jl Garuda, rumah Wapres Jusuf Kalla Jl Haji Bau, Monumen Mandala dan kantor DPRD Sulsel.
"Unjuk rasa mahasiswa Makassar selama ini aman-aman saja. Unjuk rasa boleh asal melapor terlebih dahulu pada polisi supaya ada pengawalan dan tidak anarkis," ujar Genot. (djo/djo)











































