Dia berinterupsi bukan untuk menolak kenaikan BBM, melainkan ingin menyampaikan pesan dari anggota Komisi IV DPR Sarjan Tahir yang ditahan KPK.
"Saya hanya ingin menyampaikan amanat dari saudara saya Sarjan Tahir yang ditahan KPK, agar beliau segera dipanggil Badan Kehormatan (BK) untuk dimintai klarifikasi dan penjelasan terkait kasusnya. Saya minta pimpinan DPR melakukan hal itu," kata Ahmad Fauzi dalam interupsinya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Ketua BK Irsyad Sudiro mengaku sebelum ada permintaan dari Sarjan Tahir, BK sudah berencana untuk mengklarifikasi. Tidak hanya terhadap Sarjan Tahir, tapi juga pada tersangka anggota DPR lainnya.
"Itu sangat bagus. Kita sangat respek karena sebenarnya BK sudah merencanakan untuk mengklarifikasi mereka yang ditahan KPK," imbuh Irsyad.
Ditambahkan Irsyad, hari ini BK berencana akan melakukan rapat internal dengan agenda penjadwalan menemui 4 tersangka tahanan KPK di tahanan masing-masing.
"Prinsipnya izin KPK sudah selesai, tinggal administratif dan waktunya. Hari ini kita akan rapatkan, termasuk sanksi-sanksi,"pungkasnya.
Penahanan Tahir terkait dengan kasus dugaan korupsi pengalihan fungsi hutan mangrove di Banyuasin, Sumsel, menjadi pelabuhan Tanjung Api-api.
Selain Tahir, anggota DPR yang ditahan adalah Al Amin dalam kasus alih fungsi hutan lindung menjadi ibukota Kabupaten Bintan, dan Hamka Yandhu kasus aliran dana BI serta eks anggota DPR Antony Zeidra dalam kasus yang sama. (ptr/nrl)











































