Menurut Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto, Depkominfo telah melakukan kerjasama dengan pihak terkait seperti kepolisian dan kejaksaan untuk menelisik asal SMS itu.
"Tentunya kita bekerja dengan silent untuk ini. Karena yang terpenting adalah memberi jaminan kepada masyarakat, SMS (santet) itu tidak benar," tutur Gatot dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (12/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang SMS itu sudah dikirim dari berbagai nomor lain dan menyebar sampai Jakarta. "Tapi semoga kita segera tahu asalnya, seperti kasus banjir Jakarta dulu," kata dia.
Gatot menyangkal SMS santet bentuk persaingan bisnis. SMS santet ini tidak mendatangkan untung bagi operator.
"Kalau yang kayak SMS untuk AFI atau Indonesian Idol itu baru dapat untung. Kalau SMS santet ini mereka malah jadi harus berkali-kali memberi penjelasan ke publik," sambungnya.
Dia yakin, para operator telepon seluler di Tanah Air sudah sangat berhati-hati dalam beroperasi. Sebab ada UU Telekomunikasi yang melarang penyelenggara telekomunikasi menggunakan hal-hal yang bertentangan dengan keamanan dan ketertiban.
Depkominfo juga telah mengirim surat ke 11 operator telepon seluler di Tanah Air. Isinya, meminta para operator untuk menyampaikan respons terkait adanya SMS yang menyesatkan tersebut. (nvt/nrl)











































