Bantuan Lamban, Tragedi Besar Intai Myanmar

Bantuan Lamban, Tragedi Besar Intai Myanmar

- detikNews
Senin, 12 Mei 2008 10:44 WIB
Yangon - Nyawa ribuan warga Myanmar yang selamat dari terjangan topan ganas Nargis tengah terancam. Mereka terancam tewas jika makanan, minuman dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan tak kunjung tiba.

Junta memang mau menerima bantuan dari sejumlah negara asing, termasuk PBB. Namun pembagian bantuan untuk para korban Nargis berjalan lambat. Sebab junta militer Myanmar bersikeras tidak mengizinkan tim logistik asing masuk ke negeri itu. Padahal mereka diperlukan untuk mengantarkan bantuan tersebut ke daerah-daerah bencana.

"Jika tak ada pengiriman bantuan, ahli dan barang-barang secara cepat dan besar-besaran ke daerah-daerah yang paling hancur, maka akan terjadi tragedi dengan skala tak terbayangkan," Greg Beck dari International Rescue Committee seperti dilansir harian News.com.au, Senin (12/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 1,5 juta warga yang kehilangan tempat tinggal saat ini mengungsi disekolah-sekolah dan kuil. Di Kota Labutta, yang 80 persen rumah penduduknya hancur akibat topan, otoritas Myanmar hanya memberikan secangkir beras per keluarga setiap harinya. Kekurangan pangan juga dialami para pengungsi di kota lainnya.

"Kami ada 900 orang di sini tapi kami hanya punya 300 kotak makanan. Kami memberikannya lebih dulu ke kaum wanita dan anak-anak," ujar seorang wanita di tempat pengungsian di Kota Myaung Mya, sekitar 100 kilometer sebelah barat Yangon.
(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads