Junta memang mau menerima bantuan dari sejumlah negara asing, termasuk PBB. Namun pembagian bantuan untuk para korban Nargis berjalan lambat. Sebab junta militer Myanmar bersikeras tidak mengizinkan tim logistik asing masuk ke negeri itu. Padahal mereka diperlukan untuk mengantarkan bantuan tersebut ke daerah-daerah bencana.
"Jika tak ada pengiriman bantuan, ahli dan barang-barang secara cepat dan besar-besaran ke daerah-daerah yang paling hancur, maka akan terjadi tragedi dengan skala tak terbayangkan," Greg Beck dari International Rescue Committee seperti dilansir harian News.com.au, Senin (12/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ada 900 orang di sini tapi kami hanya punya 300 kotak makanan. Kami memberikannya lebih dulu ke kaum wanita dan anak-anak," ujar seorang wanita di tempat pengungsian di Kota Myaung Mya, sekitar 100 kilometer sebelah barat Yangon.
(ita/nrl)











































