"Saya juga terima ada beberapa SMS yang begitu. Katanya kalau terima telepon dari nomor warna merah bisa membawa petaka, karir tidak sukses. Katanya juga jam sekian ada bom meledak," tutur Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (12/5/2008).
Pernah suatu kali, Gatot menelepon nomor-nomor si pengirim SMS. Ada yang aktif tapi tidak diangkat, dan ada pula yang tidak aktif. "Ada yang mengangkat dan bilang hanya iseng saja," lanjut dia.
Terkait beredarnya SMS yang meresahkan ini, Depkominfo telah mengirim surat ke 11 operator telepon seluler di Tanah Air. Surat dikirim pada Jumat pekan lalu. Isi suratnya, meminta para operator untuk menyampaikan respons terkait adanya SMS yang menyesatkan tersebut.
"SMS itu kan tidak benar. Operator juga diminta mengoptimalkan call center-nya masing-masing. Soalnya masyarakat mengeluh banyak petugas call center yang mengatakan tidak tahu akan SMS itu," sambung Gatot. (nvt/nrl)











































