"Nggak bisa. Nggak nyambung. Satu logis, satu irasional," kata anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi, pada detikcom, Senin (12/5/2008).
Oleh karenanya, masyarakat diminta tidak resah. Rumor itu hanya dilakukan orang yang ingin memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru juga tidak menampik adanya kemungkinan bahwa SMS meresahkan itu hanya bentuk persaingan bisnis antar-operator ponsel.
"Bisa saja untuk mengganjal operator baru. Kan SMS-nya nggak boleh menerima SMS dari nomor tertentu. Ini (gara-gara) persaingan yang kurang sehat," katanya.
Kendati demikian, BRTI terus mengupayakan munculnya operator-operator baru di dunia seluler. Sebab, dengan makin banyaknya operator baru, harga akan turun dan konsumen yang diuntungkan.
Beberapa hari terakhir, masyarakat mulai diresahkan SMS santet itu. Beberapa orang yang mengaku pernah SMS tersebut mengaku seperti tersugesti. Lantas terhipnotis dan kejang-kejang seperti kesurupan.
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (Ari/nrl)











































