"Kalau ada SMS meresahkan seperti ini, tinggal ditelusur saja siapa pembuatnya. Itu bisa dilakukan, kok," kata anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi saat dihubungi detikcom, Senin (12/5/2008).
SMS santet itu mengalami modifikasi berulang kali dan tersebar seantero Nusantara. Misalnya ada yang berbunyi,"Kalo ada telepon yang NOMOR BERWARNA MERAH jangan diangkat karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan diberita, terjadi di Jakarta dan Duri dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM / si penelepon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua. Harap saling menbantu sesama umat manusia."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga yang berbunyi, "Usahakan besok dari pukul 9 sampai 1, jangan aktifkan hp. Karena radisi Ring In Red (infra red level tinggi, 0866) benar dapat membawa si penerima SMS tewas karena rusak saraf. Waspadai sampai WHO menyatakan aman".
Meski pesan berantai itu sudah beberapa kali diteruskan (foward) oleh penerima pertama, bukan berarti tidak bisa diselidiki. Teknik untuk menelusuri itu terbilang mudah. Dan bila ketemu, polisi bisa mempidanakan pelaku.
"Itu teknis saja. Ada teknologinya menelusur. Kalau ketemu, polisi bisa bertindak," tandas Heru Sutadi.
Agar tak berurusan dengan polisi, ada baiknya forward SMS itu distop!.
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (Ari/nrl)











































