BRR dan Lembaga Donor akan Serahkan Aset Rp 500 M

BRR dan Lembaga Donor akan Serahkan Aset Rp 500 M

- detikNews
Minggu, 11 Mei 2008 22:41 WIB
Medan - Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias bersama delapan lembaga donor akan menyerahkan aset Rekonstruksi Nias bernilai total Rp 500 miliar lebih. Dengan demikian sejak program berjalan, total aset yang diserahkan mencapai Rp 1 triliun.
 
Kepala BRR Perwakilan Nias William P Sabandar menyatakan, aset-aset tersebut akan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Nias, Nias Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Departemen Perhubungan, Badan Meteorologi dan Geofisika, Departemen Pekerjaan Umum dan PT Pos Indonesia.
 
"Seluruh aset ini siap difungsikan dan merupakan bagian dari komitmen rehabilitasi dan rekonstruksi Nias pascabencana gempa bumi yang melanda Kepulauan Nias tiga tahun silam," kata William kepada wartawan di Medan, Minggu (11/5/2008).
 
Aset-aset yang diserahkan ini bersumber dari dana On-budget (APBN) maupun Off-budget (non APBN), yang dilaksanakan BRR Perwakilan Nias maupun partner BRR yakni  United Nations Development Program (UNDP), International Labour Organization (ILO), United Nations Children’s Fund (Unicef), World Vision Indonesia (WVI), The Johanniter, Mercy Malaysia dan Hallcrow.
 
"Kerjasama dan fasilitasi yang dilakukan oleh BRR dalam proses rekonstruksi Nias bersama 25 negara donor dan lebih dari 80 lembaga internasioal dan nasional selama hampir tiga tahun masa rekonstruksi telah membawa hasil nyata memulihkan penderitaan pasca bencana maupun meletakkan landasan pembangunan yang lebih baik di Nias dan Nias Selatan," kata William.
 
Penyerahan aset itu akan dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian pertemuan pemangku kepentingan (stakeholders) rehabilitasi dan rekonstruksi Nias atau Nias Islands Stakeholders Meeting (NISM) ke-4 empat yang akan berlangsung di Medan, 15 Mei mendatang. Aset senilai Rp 500.367.129.957 yang akan diserahkan ini akan menjadi penyerahan aset yang ketiga kalinya.
 
"Secara keseluruhan tiga kali penyerahan aset itu, total nilainya menjadi sekitar Rp 1 triliun. Ini belum termasuk bantuan sosial rehabilitasi dan rekonstruksi yang langsung diberikan kepada masyarakat, seperti bantuan perumahan penduduk, rumah peribadatan, perekonomian, kesehatan dan pendidikan," ujar William.
(rul/gah)


Berita Terkait