"KPU Kota Palembang merasa berkepentingan agar masyarakat tak bingung antara calon Walikota (Cawako) Palembang dengan Bacagub Sumsel. Untuk itu KPU Kota Palembang meminta atribut Bacagub diturunkan," kata anggota KPU Kota Palembang Ahmad Fuad Anwar, yang dihubungi pers melalui telepon di Palembang, Minggu (11/05/2008).
"Ada pertanyaan, sebenarnya calon Walikota itu yang mana. Apakah calon yang muncul saat ini dan gambarnya sedang hilang atau gambar figur yang sebenarnya merupakan Bacagub yang terus terang saja untuk tahapan pun belum masuk,""ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Ketua Panwas Kota Palembang Donni Suryadi mengatakan, keluhan soal maraknya atribut peraga para Bacagub Sumsel sudah banyak dilaporkan masyarakat.
Dikatakannya, Panwas Kota Palembang akan mengkaji untuk melepaskan semua atribut Bacagub. Hal tersebut karena wilayah kerja Panwas sebatas tingkat Kota Palembang.
Sementara untuk masalah atribut bacagub akan ditangani oleh Panwas Provinsi Sumsel yang saat ini belum terbentuk. "Kami tidak akan gegabah melepaskan atribut bacagub tanpa ada payung hukum," ujarnya.
Mengenai kebingungan masyarakat membedakan antara Cawako dengan Bacagub, Donni tak terlalu khawatir. Masyarakat Palembang sudah bisa membedakan antara siapa Cawako Palembang dan Bacagub Sumsel.
"Kota Palembang kota metropolis dan tingkat buta huruf kecil sekali. Masyarakat tahu para cawakonya," jelas Donni. (tw/irw)











































