Prosesi pernikahan diawali pada pukul 08.30 WIB, Minggu (11/5/2008). Yaitu upacara penyerahan mempelai pria pada keluarga mempelai wanita di resepsi di Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta.
Dilanjutkan langsung prosesi akad nilkah. Presiden SBY dan Wapres JK menyaksikan dua rangkaian acara ini dan baru kemudian meninggalkan tempat tanpa mengikuti acara resepsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin mendekati tengah hari, makin banyak tamu yang hadir. Bukan hanya kader PKS dan sejawat dari dr Diana, tapi juga para tokoh politik, pemuka agama, menteri, dan pimpinan lembaga tinggi negara kolega Hidayat Nur Wahid.
Hadir pula perwakilan negara-negara sahabat dan mantan wakil PM Timor Leste, Marie Al Katiri. Sebanyak 350 anak yatim piatu dari Jakarta dan Bakasi, berbaur bersama mereka.
Keputusan menyediakan waktu resepsi sedemikian panjang, ternyata tepat. Cukup banyak tamu undangan yang baru tiba selepas tengah hari. Dua di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan artis Irfan Hakim.
Tapi kebijakan bukan tanpa risiko. Tentu bukan harga sewa gedung yang jadi masalah, tapi kelelahan fisik Si Pengantin Baru karena berarti harus lama pula duduk dan berdiri untuk menerima jabat tangan dari tamu yang terus mengalir.
"Mohon maaf, mempelai sementara akan menerima jabat tangan sambil duduk," ujar penyanyi nasyid Agus Idwar Jumhadi yang bertindak sebagai MC di tengah acara.
(lh/nrl)











































