Hal ini disampaikan siswi SMA di Mojokerto Yuni Setianing Anugrah. Dalam mobil pintar itu tersedia ruang belajar, perpustakaan, internet, ruang kesenian, dapur dan ruang pertemuan.
"Apakah kalian dipungut biaya?" tanya Ibu Ani Yudhoyono kepada Yuni dalam telekonferensi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (11/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuni juga memamerkan kebolehan dari hasil belajar di rumah pintar. Dia menunjukkan kebolehannya dalam membuat air bersih dengan menggunakan bak air yang diisi kaca, ijuk, pasir, bata bata, dan batu kali, sehingga keluarnya bersih dan siap untuk dimasak.
"Terutama kalau musim kemarau air mulai keruh," kata Yuni.
Selain dengan Yuni, Ani Yudhoyono juga bertelekonferensi dengan salah seorang guru di Kedoya. Menurutnya mobil pintar tidak hanya diminati siswa SD, tapi juga siswa SMP dan SMA.
"Bahkan ibu mengantar dan mengajak anaknya yang belum usia sekolah untuk melihat-melihat mobil pintar, seperti melihat gambar dan suara-suara," ujar guru itu.
Dalam setiap mobil pintar itu memiliki 4 sentra dengan internet komputer, perpustakaan dan ruang peraga. "Kalian telah diberikan fasilitas yang gratis, manfaatkan sebaik-baiknya karena Indonesia ke depan membutuhkan siswa yang pintar cerdas dan terampil," imbuh Ani Yudhoyono.
Dalam acara ini beberapa menteri tampak hadir antara lain Mendiknas, Menkominfo, dan Menristek. (mly/nrl)











































