Harga BBM Naik, Buka Peluang Capres Baru Tarik Simpati Rakyat

Harga BBM Naik, Buka Peluang Capres Baru Tarik Simpati Rakyat

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2008 19:03 WIB
Bogor - Aksi penolakan kenaikan BBM terus bergulir. Jika harga BBM naik maka popularitas pemerintahan SBY-JK akan turun drastis.

"Kalau benar kebijakan itu diambil, popularitasnya akan mengalami penurunan drastis dan membuka peluang bagi calon-calon baru di luar pemerintah untuk mendapat kesempatan dan kepercayaan masyarakat," kata pengamat politik UI Prof Dr Maswadi Rauf di sela-sela acara pertemuan wartawan DPR dengan Sekjen DPR, di Wisma DPR, Cisarua, Bogor, Sabtu (10/5/2008).

Menurut Maswadi, memang pemerintahan SBY saat ini mengalami masa-masa sulit, yakni kenaikan harga minyak dunia dan krisis pangan internasional. Namun kebijakan kenaikan BBM di tengah kondisi rakyat yang serba sulit akan semakin memberatkan. Hal ini ditengarai akan berpengaruh kepada pilihan rakyat terhadap parpol yang mendukung kenaikan harga BBM, khususnya Partai Demokrat dan Partai Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kasihan dengan pemerintahan SBY karena dibebani persoalan yang begitu banyak. Kalau sampai menaikkan harga BBM saat ini, pasti akan merugikan partai pendukung pemerintah terutama Partai Demokrat dan Golkar," imbuh dia.

Maswadi berharap presiden berpikir secara jernih dalam 2 minggu terakhir ini sebelum menaikkan BBM. Ini sangat penting untuk membuat kebijakan yang betul-betul dapat dipahami rakyat.

"Masih ada waktu. Saya kira 2 sampai 3 minggu ini pemerintahn harus melakukan pengkajian terhadap kenaikan harga BBM, termasuk ancaman dan pertimbangan-pertimbangan lainnya," pungkas dia. (mly/mly)


Berita Terkait