"Ini anomali masyarakat kota, bayangkan air dan minyak tidak bisa bersatu. Kalangan pengguna HP itu dari segi kelas adalah mereka yang berpendidikan dan lebih mapan dari segi ekonomi, dan isu SMS adalah hal yang irasional, ini memang cukup mengherankan," urai kriminolog UI Adrianus Meliala saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (10/5/2008).
SMS ini ramai diperbincangkan di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Bahkan sudah terkirim hingga ke Pulau Jawa.Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan akhirnya keberadaan SMS itu, karena dipercayai mempengaruhi sikap masyarakat. "Saya kira mereka menjadi mengubah perilaku. Ini karena dipaksa dan ditakut-takuti, sehingga berbuat atau tidak berbuat seperti apa yang dituliskan dalam isi SMS itu," jelasnya.
Lalu siapa kira-kira pelaku yang mengirimkan SMS santet ini? Adrianus punya dugaan bahwa orang yang berada di balik ini adalah orang jenius yang iseng. "Dia kreatif dan sukses mengelabui masyarakat," ujarnya.
Lainnya dia melihat kemungkinan adanya unsur persaingan usaha, terkait nomor dari provider tertentu. "Ini akan menjadi pukulan berat," tambahnya.
Apakah ada dugaan ini terkait situasi menjelang pemilu? "Saya tidak melihat kemungkinan itu, karena bila memang demikian arahnya akan langsung ke partai atau calon," tandasnya.
(ndr/ana)











































