Komitmen sumbangan uang tunai sebesar itu ia sampaikan di sela-sela pidatonya saat menutup ajang Government Leaders Forum (GLF) Asia 2008, di Hotel Shangri- La, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
"Saya turut berdukacita atas banyaknya korban tewas dalam badai di Myanmar. Untuk membantu penanganan para pengungsi, saya menyumbang US$ 3 juta yang akan disalurkan melalui berbagai LSM dan badan sosial lain," ujar Gates.
Dia berharap bantuannya tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk pengadaan kesehatan para korban luka-luka dan perbaikan infrastruktur, sehingga dapat mencegah lebih banyak lagi jatuhnya korban jiwa.
"Semoga ini bisa meminimalkan dampak kerusakan akibat bencana," ujar orang terkaya ke-3 dunia ini.
Diharapkan niat baik juragan Microsoft ini dapat melunakkan hati junta militer Myanmar. Atas nama keamanan nasional, penguasa Myanmar itu mempersulit akses bagi para relawan internasional, bahkan mengusir pekerja sosial yang sudah berada di sana.
Padahal korban tewas akibat bencana terbesar di Asia setelah tsunami 2004 lalu ini diduga kuat mencapai seratusan ribu jiwa. Jumlah korban dikhawatirkan melonjak cepat karena keterbatasan sumber daya SAR pemerintah Myanmar dan rusaknya infrastruktur vital. (lh/asy)











































