"Kami mohon dukungan dan doa restu dari seluruh rakyat Indonesia untuk melawan rencana kenaikan harga BBM," kata Kasino, mantan aktivis Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred), kepada detikcom, Jumat (9/5/2008).
Rencananya aksi tolak kenaikan harga BBM ini dilakukan pada Senin 12 Mei. Diperkirakan kegiatan ini sedikitnya akan diikuti 3 ribu orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada diucapkan Ketua Umum Dewan Tani Indonesia, Ferry Juliantono. Menurut Ferry, kenaikan harga BBM akan membuat beban hidup rakyat akan semakin berat. Menurut Ferry, pemerintah lebih baik melakukan efisiensi dan membuat langkah-langkah strategis lainnya untuk menyelamatkan APBN.
"Misalnya melakukan pembersihan mafia di bidang impor minyak. Mekanisme impor minyak selama ini di bawah cengkeraman mafia sehingga negara dan rakyat harus membayar lebih mahal dari yang seharusnya," ujar Ferry.
FRM adalah aliansi dari sejumlah gerakan mahasiswa dan gerakan lainnya. Mereka yang tergabung dalam FRM antara lain, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND), serta Dewan Tani Indonesia (DTI).
Sebelumnya niatan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan harga BBM juga diserukan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). ABM akan memobiliasi kaum buruh, petani dan masyarakat lainnya di berbagai kota untuk melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM pada 21 Mei hingga 1 Juni. (djo/nrl)











































