Kenaikan BBM Meneror Rakyat

Kenaikan BBM Meneror Rakyat

- detikNews
Jumat, 09 Mei 2008 12:48 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana menaikan harga BBM awal Juni 2008 mendatang. Rencana ini dinilai seperti teror untuk masyarakat.

"Bagi kita yang punya minyak, kalau minyak dunia naik seperti teror kepada pemerintah, lalu teror itu diteruskan kepada rakyat dengan akan menaikkan BBM," kata Ketua DPP Partai Hanura Fuad Bawazier di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (9/5/2008).

Menurut bekas Menteri Keuangan ini, seharusnya Indonesia yang memiliki sumber daya alam seperti minyak bumi bersyukur dengan kekayaan yang dimiliki. Apalagi kenaikan harga minyak dunia melebih 120 dolar per barel lebih, justru akan memakmurkan rakyat sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kondisinya terbalik dibandingkan dengan Malaysia dan negara-negara Timur Tengah tengah berpesta pora dan terbahak-bahak dengan kenaikan harga minyak dunia. Penyebabnya, negara-negara tersebut mengelola sendiri sumber daya alamnya.

"Itu disebabkan kita telah kehilangan kedaulatan. Mestinya pemerintah berpegang pada pasal 33 UUD 45 bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Tapi pemerintah malah menjual minyak ke luar negeri seperti Blok Cepu yang dijual ke Exxon," kecam Ketua KAHMI ini.

Bawazier menambahkan, teror terhadap rakyat melalui kenaikan BBM adalah kebijakan yang menyesatkan. "Ini kebijakan yang penuh kejahatan. Apalagi mereka (SBY-JK) sudah berjanji untuk tidak menaikkan harga BBM. Pegang dong janjinya," tandas Fuad.

Ketua DPP Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menambahkan, akibat kenaikan BBM, akan banyak menimbulkan implikasi terhadap rakyat. Paling tidak, kenaikan harga bahan pokok, kenaikan ongkos angkutan umum, pengangguran akan semakin melambung. (zal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads