Demikian diungkapkan Juru Bicara Deplu Kristiarto Legowo dalam jumpa pers di Kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2008).
"Sampai saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban, saya harap seterusnya demikian. Hanya saja KBRI di Myanmar mengalami kerusakan dan sedang dilakukan langkah-langkah agar kegiatan kerja dapat dipulihkan segera," kata Kristiarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jawaban dari Menlu Myanmar, menyatakan welcome terhadap bantuan dari negara lain," kata Kris.
Namun, Kris mengakui, Myanmar belum membuka sepenuhnya pintu bantuan untuk bencana yang setidaknya telah memakan korban 22 ribu jiwa itu.
"Kita harapkan pemerintah Myanmar lebih terbuka supaya kita lebih tahu bantuan apa yang dibutuhkan sekarang ini," pungkasnya. (aba/fay)











































