Tema kampanye Obama kini lebih unggul dan lolos uji berbagai perdebatan. Selain itu, tim kampanyenya solid menyusun strategi dan mengumpulkan dana. Kebalikannya, kampanye Hillary sudah antiklimaks. Beberapa suara memintanya mundur dari perebutan kursi Capres Partai Demokrat.
Tim kampanye Hillary bertaruh memperebutkan suara rakyat AS yang benci dengan perang Irak, kecewa dengan penanganan bencana topan Katrina, takut dengan resesi ekonomi, dan kagum dengan pengalaman politik Hillary.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah analis seperti dilansir AFP, Jumat (9/5/2008) juga menilai kesalahan Hillary yang mengandalkan pengalaman politik keluarga Clinton. Pemilu adalah saatnya masyarakat memimpikan masa depan, bukan masa lalu. Sesuatu yang dijawab dengan slogan Obama, 'Harapan' dan 'Perubahan'. Parahnya lagi, saat Obama bertahan dengan slogannya, Hillary kerap berganti-ganti slogan.
"Strategi kampanye Obama sangat cerdas. Mereka bisa kalah di negara bagian tapi masih bisa mendapatkan suaranya," kata Profesor Sejarah Princeton University, Julian Zelizer.
Obama unggul dalam strategi pengumpulan dana dengan menggerakan massa akar rumput yang rata-rata menyumbang kurang dari 100 dollar, namun bisa berulang-ulang. Internet digunakan dengan baik untuk menggalang dana dan dukungan suara. Sedangkan Hillary menggunakan donor kampanye konvensional yang lebih mengandalkan jaringan partai.
Meskipun kekalahan Hillary sudah di depan mata, dia mencatat sejumlah sejarah. Dia menjadi perempuan dengan karir politik paling sukses di AS. Dia pun menjadi politisi Demokrat yang paling sukses meraih suara pemilih perempuan dan kaum buruh. (fay/nrl)











































