Para mahasiswa dan warga miskin kota tersebut tiba di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (9/5/2008), sekitar pukul 10.00 Wita. Sebelumnya mereka terlebih dahulu berkumpul di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Para demonstran mengecam rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Rencana tersebut dinilai akan menimbulkan efek domino yang memberatkan rakyat miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para demonstran juga mengatakan, alasan pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan APBN tidak bisa diterima begitu saja. Masih banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah selain menaikkan harga BBM.
Menurut para demonstran, pemerintah bisa melakukan berbagai hal untuk memaksimalkan pemasukan negara, seperti meninjau ulang kontrak dengan seluruh perusahaan tambang asing yang selama ini sangat tidak menguntungkan negara. Pemerintah juga harus menghapus utang luar negeri.
"Selama ini pemerintah tidak berani melakukan semua itu untuk menyelamatkan defisit APBN. Pemerintah hanya bisa mengeluarkan kebijakan yang mengorbankan rakyat kecil," ujar seorang demonstran dalam orasinya.
Saat ini para demonstran masih melakukan orasi di tangga masuk gedung DPRD Sulsel. Mereka juga menabuh jeriken plastik sehingga menimbulkan suara yang cukup gaduh. Para demonstran juga mengusung sejumlah spanduk yang bertuliskan 'SBY-JK Gagal Sejahterakan Rakyat, dan 'SBY-JK Anti Rakyat Miskin'.
Sementara di dalam gedung sedang berlangsung acara pelantikan M Roem selaku ketua DPRD Sulsel yang baru. M Roem menggantikan Agus Arifin Numang yang kini menjabat wagub Sulsel. (djo/nrl)











































