"Saya tidak pernah menerima suap. Kalau pengadilan memutuskan saya bersalah, saya akan mundur," tegas Olmert di kediaman dinasnya di Jerusalem, seperti dilansir AFP, Jumat (9/5/2008).
Olmert menambahkan dirinya memang menerima kontribusi finansial dari pebisnis Yahudi Amerika Morris Talansky. Dana yang digunakan untuk kampanye dalam ajang pemilihan umum itu bukan dana ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sial bagi Olmert, tuduhan ini datang kepadanya saat negara itu akan merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Tak seperti biasanya, Olmert yang biasanya terbuka terhadap wawancara media lokal menjelang ultah Israel, membatalkan semua janji wawancaranya setelah tuduhan ini.
Partai yang berkoalisi mengusungnya pun gerah. Menteri Pertahanan Ehud Barak mengingatkan kepada Partai Buruh. "Kita harus berhitung fakta yang tampak pada situasi politik kita sekarang terhadap pemilu mendatang, bisa saja tidak diharapkan. Dan kita harus bersiap," kata Barak.
Kalau Olmert mundur, tergantung pada Presiden Israel Shimon Peres yang memilih penggantinya. Menlu Tzipi Livni, rekan satu partai Olmert di Partai Kadima, dijagokan menjadi pengganti Olmert. (nwk/fiq)











































