"Anak ingsun Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, apa sira saguh dhaup karo abdi ingsun, Kanjeng Raden Tumenggung Purbodiningrat?" tanya Sultan kepada putri ketiganya itu.
"Inggih," jawab Maduretno singkat diikuti sembah dan mencium lutut kanan ayahandanya.
Dalam acara tantingan atau menanyakan kepada calon pengantin itu berlangsung di Tratag Bangsal Prabayekso Keraton Yogyakarta, Kamis (8/5/2008) malam itu, Sultan mengenakan baju takwa warna biru motif kembang. Sedang GKR Hemas mengenakan kebaya brokat warna ungu.
Calon pengantin mengenakan kebaya brokat warna krem. Dia hadir di Tratag Bangsal Prabayeksa didampingi kedua kakaknya GKR Pembayun dan GKR Condrokirono.
Sultan bersama Hemas duduk menghadap ke timur. Sedang calon pengantin putri diapit kedua kakaknya menghadap ke utara.
Seusai menanyakan kepada putrinya, Sultan kemudian meminta abdi dalem pamethakan (penghulu) kraton dari abdi dalem Kaji Selusin yang dipimpin KRT H. Kamaludiningrat untuk memanjatkan doa bersama.
Selanjutnya petugas dari KUA Kecamatan Kraton, HM Mukhlis memeriksa kelengkapan surat administrasi pernikahan untuk pencatatan. Petugas pun menyatakan lengkap, sehingga keesokan harinya Sultan akan menikahkan langsung dengan KRT Purbodiningrat di Masjid Panepen Kompleks kraton pada pukul 06.30 WIB. (bgs/nwk)











































