Tersangka penyelundupan diketahui bernama Abdul Waji warga Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu.
Puluhan jeriken minyak tanah berukuran 25 liter ini dikemas rapi oleh tersangka agar bisa mengelabui petugas. Selain itu, tersangka memanfaatkan kendaraan umum dan kendaraan sewaan seperti bus dan colt bak terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untungnya lumayan Mas. Sekarang di Jakarta minyak tanah banyak yang cari," ujar Abdul Waji saat ditanya wartawan di Mapolres Indramayu, Jawa Barat.
Tersangka juga memanfaatkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah dan konversi minyak tanah yang sudah berlaku di sejumlah kota besar termasuk Jakarta.
"Pelaku mencari minyak tanah dari sini (Indramayu), sedangkan dia jual dengan harga tinggi di Jakarta, karena selisih harga yang tinggi," ujar Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb yang ditemui di kantornya.
Menjelang kenaikan harga BBM, banyak para oknum yang memanfaatkan untuk mencari keuntungan. Untuk mengantisipasi maraknya penyelundupan ini, polisi akhir-akhir ini giat menggelar razia di kendaraan di ruas jalur Pantura Indramayu hingga Cirebon. (Reno Nugraha/nwk)










































