Kalian Pulanglah Tutup Lubang

Laporan dari Den Haag

Kalian Pulanglah Tutup Lubang

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2008 21:10 WIB
Kalian Pulanglah Tutup Lubang
Den Haag - Sumber daya manusia Indonesia yang brilian banyak yang bertahan di luarnegeri, ogah pulang. Akibatnya yang berkiprah di dalamnegeri banyak berkualitas kurang.

Hal itu dikemukakan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam acara ramah tamah dengan perwakilan PPI Belanda, ormas pemuda dan masyarakat, serta tamu undangan lainnya di Wisma Duta, Wassenaar, Belanda (6/5/2008).

Adhyaksa meminta perhatian agar para pelajar yang sudah selesai studinya untuk pulang membangun negeri. Namun jika pilihannya tetap bertahan di luarnegeri demi bisa mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari, hendaknya tetap memelihara kecintaan pada tanah air dan memberikan kontribusi.

"Demikian banyak SDM unggulan Indonesia yang bertahan di luarnegeri, sehingga terjadi gap demikian besar di tanah air. Kebutuhan jabatan dan job penting akhirnya banyak diisi oleh tenaga kurang berkualitas," beber Adhyaksa.

Adhyaksa tidak menyalahkan sepenuhnya atas pilihan eks pelajar Indonesia di luarnegeri, sebab kondisi riil di tanah air memang masih kurang sesuai dengan tuntutan idealisme maupun profesional.

Menurut Adhyaksa , akan lebih berdaya guna kalau para eks pelajar Indonesia di luarnegeri yang telah menjadi profesional juga mau membentuk database sebagaimana dilakukan para Cina perantauan. Sehingga jika sewaktu-waktu kualifikasi tertentu diperlukan, akan mudah sekali menemukannya.

Menanggapi Menpora Adhyaksa, mantan Sekjen PPI Belanda Michael C. Putrawenas, yang kini telah mendapat pekerjaan di Belanda, menjelaskan motivasi pilihan eks pelajar Indonesia mengapa belum mau pulang.    

"Kalau kami pulang malah akan menjadi beban. Buat apa kalau ternyata tidak bisa mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari? Kalau kami belajar ilmu 'A', lalu harus bekerja di bidang 'C' yang sama sekali tidak ada relevansinya, maka itu juga akan megkhianati diri sendiri," jelas Michael.

Ditambahkan bahwa dengan pilihan di luarnegeri, maka para eks pelajar Indonesia malah bisa membantu para pelajar Indonesia atau bahkan pada skup negara dengan membangun jaringan. Pada level tertentu justru telah sampai pada bantuan kapital dan investasi.
(es/es)


Berita Terkait