Demikian disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam acara ramah tamah dengan perwakilan PPI Belanda, ormas pemuda dan masyarakat, serta tamu undangan lainnya di Wisma Duta, Wassenaar, Belanda (6/5/2008).
Didampingi Dubes JE Habibie dan wakilnya D. Oratmangun, Adhyaksa memaparkan hasil-hasil pertemuannya dengan Sekretaris Negara bidang Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Jet Bussemaker dan tokoh partai VVD Johannes Cornelis van Balen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Van Balen juga memuji Pancasila yang dinilainya bisa menjawab tantangan zaman yang dihadapi masyarakat dunia saat ini dan sekaligus menjadi kekuatan Indonesia.
Terkait hal itu Adhyaksa menyerukan agar bangsa Indonesia, terutama pemuda, lebih mencintai tanah air Indonesia. "Kita yang di dalam selama ini kesannya serba negatif, juga banyak tuntutan yang kadang lepas kendali melebihi kebebasan masyarakat Barat sekalipun," papar Adhyaksa.
Adhyaksa juga meminta supaya para pemuda dan masyarakat di dalam negeri tidak keterusan mengengkaukan pemerintah, tetapi mulai mengkitakan pemerintah. Menurut Adhyaksa harus disadari bahwa kerumitan hanya bisa diselesaikan bersama. Komitmen seperti ini bisa bertemu dengan momentum 100th Kebangkitan Nasional, untuk kembali bangkit bersama-sama.
Dalam kesempatan sama, Dubes Habibie menyampaikan bahwa hubungan Belanda dan Indonesia saat ini berada dalam fase sangat baik. Belanda-Indonesia tahun ini telah mencapai kerjasama komprehensif, antara lain meliputi pembangunan kapasitas untuk Indonesia.
(es/es)











































