"Tidak layak tarif tol dinaikan, pelayanannya payah, lihat saja tol bandara saja sudah beberapa kali kebanjiran tapi tidak pernah ada solusinya," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi ketika dihubungi detikcom, Kamis (8/5/2008).
Menurut Tulus, masyarakat dapat menggugat pemerintah dan mengenai buruknya pelayanan tol bandara tersebut. Bayangkan saja berapa ongkos taksi, bensin dan waktu yang terbuang akibat kemacetan yang ada saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulus juga mendesak agar tidak menaikkan tarif tol selama belum ada keputusan hukum yang tetap, mengenai gugatan class action yang telah diajukan masyarakat.
Sebelumnya, PT Jasa Marga, sebagai salah satu operator jalan tol, mengusulkan kenaikan tarif tol semua jalan tol yang dioperasikannya tahun ini sebesar 12,4 persen.
Jasa Marga mengoperasikan 10 jalan tol yakni ruas Jagorawi Cawang-Tomang-Cengkareng, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Purbaleunyi, Surabaya-Gempol, Semarang, Belmera, Palikanci, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR). (nal/nwk)











































