"Dalam isu santet lewat SMS ini disebut-sebut sudah ada korban jiwa, tepatnya di Kecamatan Pulau Rupat. Ini semua cuma isu. Tidak benar ada kematian gara-gara santet lewat HP itu," kata Wakapolres Bengkalis, Kompol Trunoyudo dalam perbincangan dengan detikcon, Kamis (8/5/2008).
Menurut Trunoyudo pihaknya sudah menerjunkan tim Dalmas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat peredaran isu tersebut. Tim ini akan bekerja bersama tokoh masyarakat dan adat di Bengkalis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres Bengkalis juga sudah memerintahkan seluruh Polsek di wilayah hukumnya untuk segera turun langsung ke lapangan. Masyarakat yang menerima SMS menyesatkan itu juga diminta tidak meneruskan ke pihak-pihak lainnya. Sebab hal itu hanya akan membuat masalah ini kian runyam.
"Tolong juga kepada media massa media memberitakan yang benar. Jangan malah membuat gelisah masyarakat secara luas. Kita perlu menyadarkan bersama, bahwa semua isu itu tidak benar adanya," kata Trunoyudo. (cha/djo)










































