Hal ini dikatakan Yusril Ihza Mahendra, usai berbicara di diskusi publik tentang "Konstruksi Kepemimpinan Muda Untuk Kebangkitan Bangsa" di Jakarta Media Centre (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
"Masalah BBM adalah masalah serius yang dihadapi bangsa. Kebijakan sudah harus dilaksanakan. Ke depan siapapun yang menjadi presiden pasti menghadapi hal ini. Gus Dur dan Megawati menghadapi hal yang sama," tuturnya menanggapi rencana kenaikan BBM bulan Mei nanti.
Menurut mantan Mensesneg ini, kenaikan BBM nantinya juga tentunya berdampak pada popularitas SBY yang menurun. "Keputusan yang diambil memang memungkinkan popularitas SBY akan turun, " katanya.
Lebih jauh Yusril menuturkan, kebijakan yang diambil seorang pemimpin tidak harus selalu yang populis.
Bahkan saat berbicara di depan forum, Yusril menyatakan, seorang pemimpin memungkinkan mengambil keputusan yang berbeda dengan kebanyakan orang. "Namun bulan-bulan berikutnya, terlihat bahwa keputusan yang diambil ternyata benar," terangnya.
"Presiden itu harus mengambil keputusan yang tepat di moment yang tetap," tutupnya.
(gun/mar)











































