Sebelum acara siraman dimulai, pukul 09.00 petugas di Keputren mengambil berbagai perlengkapan siraman dan baju kedua calon pengantin. Perlengkapan calon pengantin putri dibawa dari Keraton Kilen ke Keputren. Sedang untuk calon pria di bawa ke Kesatriyan. Setelah selesai pada pukul 09.45 GKR Hemas, GRAj Nurkmanari Dewi, GRAj Nur Abra Juwita dan GRAj Wijareni bersama rombongan menuju Keputren. GKR Hemas mengenakan kebaya brokat warna jingga. Sedang calon mempelai putri mengenakan kebaya hijau muda.
Di Keputren, rombongan disambut GKR Pembayun untuk beristirahat dan mempersiapkan uba rampe acara siraman. Setelah lengkap, acara siraman dimulai pukul 10.00 WIB. Upacara siraman dilakukan oleh 9 orang yang dipimpin oleh GKR Hemas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara siraman berlangsung lebih kurang 20 menit. Seusai siraman, Hemas kemudian memecahkan kendi berisi air di depan putrinya yang akan menikah pada hari Jumat 9 Mei 2008. Saat memecah kendi, Hemas berdoa agar semua prosesi berjalan lancar dan aura atau inner beauty sang calon mempelai putri juga bersinar terang. "Semoga lancar dan bertambah cantik," kata Hemas seusai memecah kendi.
Seusai siraman, GKR Hemas bersama Hj Handayati dan rombongan menuju Kagungan Dalem Kesatriyan untuk melakukan siraman kepada calon pengantin putra KRT Purbodiningrat.
Prosesi siraman pengantin putra, KRT Purbodiningrat dimulai pukul 11.00 WIB. Prosesi siraman putra juga dilakukan oleh ibunda Purbodiningrat, Hj Handayati Djuwanto, GKR Hemas, GBRAy Moerdokusumo dan lain-lain yang berjumlah 9 orang seperti yang dilakukaan saat siraman putri.
Turut menyaksikan jalannya acara siraman, kakak calon pengantin putra, R. Didik Nugrahanto, adik Sultan, KGPH Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo dan lain-lain. Selain siraman di Kesatriyan, calon pengantin putra menjalani Nyantri. Saat nyantri, pengantin pria yang mengenakan baju Atela putih dan kain Picis Purbonegoro.
Menurut KRT Pujaningrat, prosesi nyantri bisa diartikan sebagai proses menjalani pingitan sebelum memasuki prosesi-prosesi berikutnya. "Di zaman dulu, pingitan untuk calon pengantin pria ini berlangsung selama 40 hari. Sekarang dipersingkat," kata KRT Pujaningrat, Pengageng II Kawedanan Hageng Sri Wandawa Keraton Yogya ini. (bgs/djo)











































