Untuk ukuran sekolah perwira, para gumil rela dibayar Rp 8.000 untuk setiap satu jam pelajaran. Sedangkan untuk ukuran Bintara mereka mendapat Rp 6.000. Dan tingkat Tamtama gumil dihargai Rp 5.000.
"Kasihan sekali guru militer disini, padahal mereka harus menyiapkan bahan ajaran. Apalagi bila menyiapkan lembar transparan, yang ada mungkin nombokin," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Arief Mudatsir saat meninjau Kobangdikal, Bumimoro, Surabaya, Rabu (7/5/2008).
Menurut politisi PDIP itu, honor pengajar dan beberapa penunjang proses belajar mengajar yang terdapat di Kobangdikal sangat minim untuk ukuran satu dari tiga lembaga pendidikan terbesar milik TNI AL ini.
"Saya kaget dan prihatin atas temuan ini," ujar Arief, seperti dilansir siaran pers Kobangdikal yang diterima redaksi detikcom.
Arief pun berjanji akan menjadikan Kobangdikal sebagai salah satu perhatian serta bahan kajian DPR. "Khususnya Komisi I untuk ditindaklanjuti," Pungkasnya. (ptr/aba)











































