Sebelumnya semburan ini hanya terjadi di daerah sekitar Sumur Gas Exciting (SGE) 192 Jatibarang, namun kini sudah meluas hingga ke area sawah. Bahkan, luas lokasi semburan pun sudah bertambah sekitar 10 hektar dari lokasi semula.
Dari hasil penelitian Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Indramayu, semburan gas bercampur lumpur ini belum bisa diatasi jika penanggulangannya masih menggunakan alat sederhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Pemkab Indramayu sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari Pertamina dan DPLH yang bertugas untuk meneliti alur semburan gas liar sehingga bisa menemukan titik semburan awalnya.
"Untuk mengantisipasi meluasnya semburan, kami dan Pertamina sudah membentuk tim dan sudah berkerja meneliti di lokasi semburan," tuturnya.
Semburan gas bercampur lumpur sudah sangat meresahkan warga. Selain mudah terbakar jika tersulut api, semburan ini pun membuat tanaman milik para petani mulai mati kepanasan.
(mar/mar)











































