"Ini bisa dilihat dari besarnya uang tebusan hanya puluhan juta saja," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo B Tewu di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (7/5/2008).
Apalagi, lanjut Carlo, pekerjaan orang tua korban, Djumini hanya pelayan toko. Sementara itu ayah Willi, Tanu Ali hanya berjualan air mineral dan telur asin di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban diculik oleh empat pelaku, terus dinaikkan taksi dibawa ke daerah Depok," lanjut Carlo.
Sementara Kasat Resmob AKBP Gumay mengatakan, posisi terakhir korban setelah diculik berada di daerah Beji, Depok. Saat itu, pelaku sudah curiga bahwa mereka sedang diburu polisi.
"Makanya saat itu posisi pelaku langsung menghilang," ujar Gumay.
Namun dia memastikan bahwa polisi sudah mempunyai gambaran ciri-ciri pelaku, termasuk taksi yang digunakan untuk membawa korban.
"Anggota saya masih melakukan pengejaran," tandasnya. (ndr/fiq)











































