Penculik William Mengaku Intel

Penculik William Mengaku Intel

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2008 17:39 WIB
Jakarta - William (13) telah dibebaskan penculik. Saat diculik pada Senin 5 Mei lalu, para pelaku yang berjumlah 4 orang mengaku sebagai intel dari kepolisian.

"Seorang laki-laki mengaku sebagai anggota intel polisi. Terus dua temannya membawa saya ke dalam taksi," kata remaja yang akrab disapa Willi di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (7/5/2008).

Willi melanjutkan, setelah masuk ke dalam mobil, pada Senin 5 Mei itu, di dalam taksi sudah menunggu seorang pelaku lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus taksi jalan, yang saya ingat ke arah Kampung Melayu. Habis itu jalan ke mana lagi saya enggak tahu. Tapi pas malam mobil berhenti di persawahan. Terus saya dijagain dua orang, yang dua lainnya pergi," urainya.

Menurut Willi, setelah pulang sekolah dia sempat mampir ke warung bakso. Selepas menyantap satu piring, dia beranjak pulang.

Namun saat berada di jalan, ada orang yang mengikutinya. Siswa kelas I SMP Kanaan, Kemayoran ini pun sempat khawatir kalau-kalau para pelaku hendak menghipnotisnya, dan merampas HP miliknya.

"Saya berusaha menunduk biar enggak kena hipnotis, tangan kiri saya silangkan. Maksudnya tangan kanan saya siap-siap mukul kalau orangnya macam-macam," jelasnya.

Namun anehnya Willi menurut saat dibawa ke dalam taksi oleh para pelaku.

Hingga akhirnya anak ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Djumini Suradji (45) dan Tanuli (48) ini dibebaskan pada Rabu pagi pukul 03.00 WIB, di daerah Tanjungbarat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dengan menumpang taksi Dian, Willi pulang sendiri ke rumahnya.

"Saya bersyukur Tuhan mendengar doa saya," ucap ibu korban Djumini.

Ketika Willi tiba di rumah, Djumini masih berada di Mapolda Metro Jaya. Wanita yang berprofesi sebagai pelayan di Toko Sepatu Populer di daerah Pasar Baru ini dikabari sepupunya tentang kepulangan Willi.

Untuk mengejar para pelaku, pada Rabu dini hari polisi meminta Willi datang ke Polda Metro Jaya, bersama sopir taksi bernama Zul yang mengantarkan korban. Mereka dimintai keterangan agar memudahkan melacak keberadaan para penculik.

Seperti diketahui William Siswa kelas I SMP Kanaan, Jalan Kran, Kemayoran, Jakarta Pusat diculik orang tak dikenal Senin 5 Mei 2008 sekitar pukul 19.00 WIB.

Dia diculik saat pulang ke rumahnya di Jalan Batutulis XIV RT 08/02, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. Kepada orang tua korban, pelaku meminta tebusan hingga Rp 100 juta.
(ndr/fiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads