Mosi tidak percaya itu diberikan puluhan mahasiswa dari BEM UNS, KAMMI, HMi, dan BEM Politeknik Solo saat menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM di Bundaran Gladag, Solo, Rabu (7/5/2008).
Aksi tersebut digelar sebagai respon atas kebijakan Pemerintah yang berencana menaikan harga BBM bersubsidi. Alasan pemerintah kenaikan harga BBM harus dilakukan karena tingginya harga minyak mentah dunia akan membengkakkan subsidi BBM dalam APBN, dinilai sebagai alasan yang tidak populis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menilai kebijakan menaikkan BBM tersebut hanya akan mengungtungkan negara kapitalis. Selain itu juga menunjukkan bahwa Pemerintahan SBY - JK tidak memiliki solusi strategis yang memihak rakyat. Pemerintah dinilai memikirkan penyelamatan APBN dari kebangkrutan dengan mengorbankan rakyatnya.
Karenanya peserta aksi menyatakan menolak kenaikan harga BBM oleh Pemerintahan SBY-JK serta menyatakan mosi tidak percaya pada Pemerintahan SBY-JK. Selain itu mereka juga menuntut SBY-JK mundur karena telah melakukan pengkhianatan publik dengan menaikkan harga BBM. (mbr/ary)











































