"Sudah lama itu, tahun 2007 juga sudah ada yang masuk ke rumah sakit selama beberapa hari dengan gejala penyakit mulut dan tangan. Kalau sudah di Jakarta, logikanya berarti ada di daerah lain," kata Guru Besar Mikrobiologi Klinis FK UI Amin Soebandrio dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/5/2008).
"Memang tidak dilakukan pemeriksan virologi waktu itu. Tapi kalau dari gejalanya sangat mirip. Secara klinis, dokter pun menyimpulkan itu hand foot and mouth disease," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak aware, orang menyangka itu sariawan," imbuhnya.
Meski pernah terjadi di Jakarta, penyakit mulut dan tangan itu tidak menjadi wabah. Penyakit itu juga tidak sampai menyebabkan kematian seperti yang terjadi di China.
"Saat itu dirawat beberapa hari, terus sembuh," kata Amin.
Tidak Mematikan
Menurut Amin, sebenarnya virus EV71 tidak mematikan jika dilakukan penanganan yang tepat. Jika segera dirawat dengan baik, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya.
"Cuma yang dikhawatirkan komplikasinya. Kalau tidak cepat ditangani, itu bisa berbahaya," jelasnya.
Jika gejala awalnya sudah muncul, maka penderita harus dijaga agar tidak mengalami dehidrasi dan infeksi sekunder. Sebab, daya tahan tubuh yang turun mempermudah terjadinya infeksi.
"Kalau infeksi berat sudah terjadi, bisa berakibat ke otak. Itu yang mungkin menyebabkan kematian. Makanya sebaiknya begitu ada gejala awal, langsung dibawa ke dokter. Nanti disarankan untuk diisolasi, kemudian dilakukan observasi, selanjutnya pengobatan anti virus," urai Amin.
(fiq/nrl)










































